Posted by: bilqisaa on: July 13, 2009
Yap. This is my first experience. Last nite my mom cleared our old clothes [hers,mine,my sister's, my dad's] up. I couldn’t imagine how those clothes would sell well. At first i was doubt that nobody would buy those things. We made the price inexpensive, cheap, ya whatever to make them sold out. JSUK, the most expensive jeans sold by Rp2o.ooo,- and the most expensive price was for my sister’s jacket for winter season [i don't have idea why she bought this] Rp 30.000. Since my mom said the all outcome is for me, so i was so excited this morning [but i'm lil bit uncertain too].
I made a banner that sound,” GARAGE SALE Rp 1.000-30.000 “
Pretty much attractive, i think. I started with put the clothes, then set the banner, then i ran into house because a man laughed at me [the banner maybe]. When i got my confidence back, i came out and tried to face it. Okay. A man came in to my garage and started observe-what-the-heck-are-the-clothes. I prayed loudly in my heart the man would buy one, at least. The words i heard from him was, “Are you sure? This is too cheap”. Then i got him bought the-miracle-clothes [now i call them miracle] about 3 pieces. Yah, this is my first purchaser! Laf ya!
And then everything was mess. The purchaser was overflow. I was confused that women and men were screaming to me. ” Hey, how much is this? or Plis wrap this! or Can you give me a break? or Do you have another model? bla bla“. But that was okay. I could handle it. And i even didn’t count my money.
Yah, i have no idea this is gonna done well.
I got Rp 400.000 something.
Not too bad for amateur.
I love it!
Tomorrow i gotta do it again..[they want me to open the second session..hehhe]
Posted by: bilqisaa on: July 4, 2009
Ya.. here’s the song that i always sing all along with my guitar.
In deed, it has a great message and the pitch also make me wanna sing it over and over again.
Hmm.. i know it has a strong lyric, but i just dunno when i will do those such things. It seems like i have overwhelm passions and i should’ve known it before. Yah, i think it’s just matter of time-or i’m just running from my life? No. This is it. I’ve had it since i was here, till now. I have family, friends, opportunity, gift, and many more, but i just haven’t used it well. I didn’t realize that every step i’m taking, they’re always there.
Yah, maybe it’s not matter of time. It’s all about The Climb..
I can almost see it
That dream I am dreaming
But there’s a voice inside my head saying
“You’ll never reach it”Every step I’m taking
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shakingBut I gotta keep trying
Gotta keep my head held highThere’s always gonna be another mountain
I’m always gonna wanna make it move
Always gonna be a uphill battle
Sometimes I’m gonna have to loseAin’t about how fast I get there
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climbThe struggles I’m facing
The chances I’m taking
Sometimes might knock me down
But no, I’m not breakingI may not know it
But these are the moments that
I’m gonna remember most, yeah
Just gotta keep goingAnd I, I got to be strong
Just keep pushing on‘Cause there’s always gonna be another mountain
I’m always gonna wanna make it move
Always gonna be a uphill battle
Sometimes I’m gonna have to loseAin’t about how fast I get there
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb, yeah!There’s always gonna be another mountain
I’m always gonna wanna make it move
Always gonna be an uphill battle
Somebody’s gonna have to loseAin’t about how fast I get there
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb, yeah!Keep on moving, keep climbing
Keep the faith, baby
It’s all about, it’s all about the climb
Keep the faith, keep your faith, whoa
miley cyrus
Posted by: bilqisaa on: July 3, 2009
Latterly i don’t have any words to say
huhuhu
Posted by: bilqisaa on: March 9, 2009
Waktu : 8 Maret 2009 [12.00-19.00 WIB]
Rencana : Food Court Senayan City-Futsal di STC-Museum BI
Kehedonan yang mulai digandrungi remaja akhir-akhir ini nampaknya kurang mencerminkan esensi diadakannya hedon tersebut bagi para peserta hedon. Hal ini yang melandaskan para Terra 07 se-jabodetabek untuk mengubah konsep hedon yang selama ini melekat di kalangan para remaja. Kami membuktikan bahwa kami bisa tetap hedon dengan jiwa tetap down-to-earth.
Kurang lebih begini ceritanya…
Berawal dari jarkom yang dibuat Tri, kita berencana berkumpul di Food Court Senayan City jam 12.00. Abis itu cowok2 pada futsal di STC dan langsung melesat ke Kota Tua buat foto2 di sana [rencana yang cukup baik]. Namun yang terjadi adalah gw baru di jemput di DEPOK oleh Khibran (yang baru aja dari Bandung) dan Tri jam setengah 2. Sementara Hario dan Cakra udah berkerak nunggu di Sency. Tapi sayangnya Hario harus kembali ke habitatnya [maen futsal] karena udah janji ama temen2nya yang lain. Dan akhirnya gw, Tri, Khibran tiba di Sency jam 3 sore. Kita bertiga terus ketemu ama Ardi Baba, Tio, Cakra. Di food court kita nungguin Khibran makan sambil nungguin Anjai ama Sarah yang mau nyusul juga. Setelah pelik berdiskusi, akhirnya diputuskan gak jadi futsal, soalnya nyewa lapangannya mahal gila. Terus kita berencana nonton Kambing Jantan di Blok M Plaza yang jam 5.
Karena bosen nunggu Anjai ama Sarah, kita berenam [baca:gw, Tri, Tio, Khibran, Cakra, Ardi) ke Timezone. Kita patungan 10rb-10rb buat maen. Dan habislah waktu di sana dengan maen basket yang mesinnya udah rusak, balap motor yang bikin sport jantung, DDR yang gak ada satupun dari kita yg bisa maenin, bla bla bla. Gak penting intinya.
Abis dari Timezone, kita tuh harusnya langsung melesat ke BP, tapi entah mengapa mulai muncul persoalan2 yang membuat kita harus merubah kembali rencana. Jadi tuh, si Anjai gak ada temen balik ke Bekasi, soalnya Chandra gak jadi ikut. Terus Sarah yang bermasalah dengan Toto, sang supir. Toto tidak available untuk dipakai hari itu soalnya dipake keluarga Sarah. Jadi kita semua bingung dengan bagaimana cara pulang kedua anak itu?
Waktu pun bergulir, tidak ada kepastian kemana arah yang akan kami tuju. Berbagai ide mulai disalurkan, mulai dari karokean yang harganya 2jt/jam, nonton di XXI, makan di Roti Eddy, nonton di Subtitle, dan lain-lain. Dan masalah pun terpecahkan, Sarah ama Anjai bakal dianter Khibran balik, terus kami sholat ashar. Habis sholat, kami ke BP. Entah mau apa. Yang penting ke sana dulu. Kayaknya sih biar ketemu Ryan yang udah nyampe duluan di BP.
Sesampainya di BP, masalah bagaimana cara Anjai dan Sarah pulang kembali diungkit, karena tiba2 Khibran harus segera kembali [ada acara keluarga katanya..huu.. sok sibuk]. Lanjut. Endingnya kita di BP cuma ngabisin waktu dengan memikirkan bagaimana mereka pulang dan tidak jadi nonton juga di sana. Tapi untung bersolusi. Khibran bakal nganter Sarah ama Anjai ke Sency, terus Sarah dijemput Toto, terus Anjai balik ama Sarah deh. Karena mulai lapar, maka kita berencana makan roti Eddy di pinggir BP. Entah itu dimana. Tapi akhirnya kita makan di Ghandari (ayam bakar) dengan pelayan-pelayan tidak ramah, malas-malasan, tidak gesit, dan MAHAL [gak semahal kalo kita makan di Sency siih].
Setelah makan, kami sholat maghrib di mushala Bulungan. Terus ada acara foto2 juga akhirnya. Kita difotoin ama mas-mas sales Indosat yang baru aja habis solat juga. Abis motoin kita, dia malah promosi voucher Indosat. Beberapa di antara kita tergiur dengan mudahnya. Semua yang ber-Indosat pada beli voucher [kecuali Ardi Baba ama Sarah]. Nah, sialnya.. Giliran Tri isi pulsa, kartunya keblokir gara2 gak berhasil masukin pulsa 3x. Terus mas-masnya ngajak kita ke lantai 5 BP buat meng-unlock. Akhirnya gw, Tri, dan Ryan, yang tertinggal di sana, harus jalan-jalan keliling BP demi menyelamatkan IM3 Tri yang keblokir [huuu.. pake Baby sih lw].
Pembagian mobil seperti berikut:
- Ryan nganter gw ama Tri
- Ardi nganter Cakra, Anjai, Tio
- Khibran nganter Sarah
ps: Anjai gak jadi bareng Sarah soalnya Sarah diajak nonton ama keluarganya nonton di Sency.
Gw, Tri, Ryan pun otw ke Depok. Di jalan, kita bertiga kehausan. Gw menyarankan beli aja NU Green Tea di pingggir jalan. Tapi Tri gak mau, takut isinya palsu, dia pengennya di Indomaret atau Cicle-K atau Alfa Mart atau Super Indo atau sampai akhirnya dia mengatakan dengan gamblang, “GW MAU BELI NU GREEN TEA DI MARGO CITY”. Disongsong dukungan dari gw, Ryan sang supir tak bisa mengelak. Akhirnya kita ke Giant di Margo. Untung banget tuh Tri, ternyata gak ada NU Green Tea yang dingin. Ahhaha. Endingnya kita beli yang lain dengan antrian yg cukup heboh. Terus Tri beli Roti Boy dengan dalih untuk ibunya. Gw dan Ryan cuma bisa menatap roti itu ditenteng2 Tri dengan harapan Tri menyuguhkan kami secolek roti boy,,lebaayy. Kita bertiga pun foto2 dulu di margo. Terus gw nyampe rumah dengan selamat. Gw gak tau nasib yang lain kemana habis itu. Yang jelas, habis nganterin gw, Tri ama Ryan nyasar.. HAHHAHHAHA
emang enaakk.. xp
Fuuh,, gitu deh..
Jadi konklusinya, kita gak ngapa2in. Gak ngambur2in duit [paling bensin, itu juga gak masuk hitungan kan?,,hahhaa]. Dan satu hikmah yang bisa kami tarik dari perjalanan yang gak penting ini, yaitu KEBERSAMAAN. Setuju??
Posted by: bilqisaa on: March 6, 2009
Bersyukurlah buat Anda para pemudik yang dapat dengan mudah melewati perjalanan dengan selamat lahir bathin.
Cerita ini terinspirasi oleh kejadian yang mengharukan yang dialami oleh saya. Begini ceritanya..
Gw mau pulang ke Depok jam setengah dua. Travel gw udah SMS gw untuk segera datang dalam waktu 10 menit lagi. Tapi karena Balubur macet gila, dan angkot pake acara ngetem, jadi pas nyampe Annex, gw turun angkot dan berlari ke travel. Sesaat ketika gw membayar, saking buru2nya, gw nabrak bemper angkot itu. Terus habis ngos-ngosan nyampe, di sebelah gw datang sesosok penumpang yg tadi seangkot ama gw. Huh, tau gitu tadi gak usah turun dari angkot lari2.
Nah, ternyata gw setravel ama ade kelas gw. Berbincang2 seadanya, lalu kami beranjak ke mobil. Gw dapet nomor 10, di belakang bgt, deket jendela. Di bangku nomor 9, ada ibu2 ama anak balita menggemaskan, dan dia pindah ke nomor 6 aja. Tinggallah gw bersama seorang bapak2 di belakang. Awal perjalanan baik-baik saja, sambil sesekali gw mesam mesem liatin itu anak balita. Gw pun masih sok sok baca buku, menikmati teriknya Bandung saat itu, dan menyadari betapa hiperaktifnya anak itu ternyata. Tidak lama, gw mengantuk. Gw tutup buku, mencoba tidur. Terik matahari seperti sengaja menyemburatkan semua cahayanya lewat jendela gw. Sialnya, gw jadi gak bisa tidur karena gak bisa geser. Akhirnya karena tak kuat lagi, gw geser ke nomor 9. Bapak sebelah gw tidur lelap, dan terik matahari tetap saja menyinari nomor 9 dan 10. Akhirnya gw memutuskan gak tidur. Anak balita depan gw mulai gak malu2 lagi menimbulkan kericuhan. Ibunya pun sama saja, cerewet. Tapi masih gw maklumi. Namanya juga anak2.
Dengan berbagai celotehan yang terlontar dari anak menggemaskan itu, gw sesekali menanggapi dengan komentar2 yang dijawab oleh ibunya. Saat itu gw udah gak tahan dengan panasnya di dalam travel. Gw mencoba mendongak demi merasakan hembusan AC, tapi nihil. Kemudian, gw mulai bosan dengan apa yg gw lakukan. Maka bergeser-geser gak jelas, berharap berteduh. Namun yg terjadi adalah aksi tidur bapak botak sebelah gw yang mengerikan. Dia tidur sampe mengbabiskan 2/3 tempat duduk, dan hampir saja bersandar di bahu gw. Sontak, gw pun melesat menjauhi dia. Dan anak kecil itu berkata,”kakeknya bobo“. Padahal gw liat2 sih dia bukan kakek2. Gw ketawa2 sendiri. Abis itu, gak lama anak itu kayak mulai akrab ama gw. Dan mulai bercanda2 sama gw. Dia bercanda jatohin dompet ibunya ke kaki gw, sambil bilang,”Tante..tante..atoh [baca:jatoh]“. Gw ambil. Lalu dia mengulangi lagi. Kemudian gw ambil lagi. Ibunya sudah melarang2 anak itu biar jgn ngerjain gw, tapi dasar si ibu besar mulut, cuma ngomong doang!! Mbok ya diambil dewek itu dompet terus umpetin gitu. Dan kejadian berulang hampir 10 kali!!!! Lama2 kesel juga ya?? Akhirnya ibunya bilang,”ya udah di tantenya aja dulu dompetnya”. Sihal, tadi kakek2, sekarang tante2!! Dan gak cuma itu ya,, tissu pun dia lempar2.
Baik, sabarlah gw sambil ber-sms-an dgn teman gw. Kemudian anak itu mengibas2kan sarung hape gw. Diiringi celotehan, “itu biis. itu biss.. itu biss“. Semua aja, dek, lw bilang bis. Itu kambing yg lagi digembalain apa bukan bis juga?? Gw pun mulai berpikir aneh2. Gmana ya kalo anak itu ngelempar sesuatu dan itu kena gw? Soalnya tiba2 dia ngamuk gitu. Dan benarr saja sodara2!! Ketika gw baru mengirim sms, benda coklat hinggap di sebelah gw mengenai aqua gw. Pas gw telaah, itu sepatu! Astaga, untung bukan sepatu emaknya yang dilempar. Ibunya cuma bilang minta maaf, dan gw lagi2 memaklumi aja. Gw pun mulai berhati2 dalam berfantasi kemungkinan yg terjadi pada gw dengan kepsikopatan anak itu.
Dan derita gw ditambah dengan makin panasnya mobil itu. Gw gak bisa meminta AC digedein juga, karena adek kelas gw yg duduk di depan nampaknya sedag tidur. Bersabarlah gw. Dan lagi2 balita yang akhirnya diketahui namanya Fadlan itu mulai capek. Dia mulai menyedot botolnya. Gw mulai tenang, bisa menkmati panas matahari sambil tidur! Apanya yang nikmat??? Eh, dasar sialan. Si ibu2 yang nomor 5 ngajak ngobrol Fadlan yang lagi ngedot. Aaarrghh,, bangun lagi anak itu. Dan setelah itu, Fadlan kumat. Dia gak segan2 teriak2. Dan anehnya, bapak samping gw maupun adek kelas gw gak bangun dari tidurnya.
Lalu, Adam (ade kelas gw) mulai digerayangi oleh anak itu. Gw mulai cekikikan, berharap dia bangun gara2 anak itu berkali2 mengatakan, “oomnya bobo“. Mamam, sekarang oomm. Kenapa gak sopirnya lw panggil buyut aja?? Ternyata Adam kebo gak bangun juga. Ah, makin gak konsenlah gw. Setelah itu gw baru sadar kalo gw maending dengerin musik aja. Lalu gw gedein volumenya biar gak denger celoteha anak itu. Dan ternyata Fadlan beserta ibunya mulai terlelap. Tapi ketika gw juga udah mulai mau tidur, gw kebelet pipis. Totally gak tahan!! Akhirnya gw nahan ngantuk dan pipis bersamaan, daripada pas bangun ternyata gw ngompol?
Sesaat sebelum turun travel, gw baru tau kalo AC tu travel bocor. Air tumpah2an dari AC. Dan gak dingin juga. Nyebut..nyebut..
Pas gw naek ojek, ada lagi kesialan lainnya. Tapi salah gw juga sih. Jadi gw mengatakan tujuan gw ketika abangnya udah pake helm. Gw bilang, “Mulya 2, A” (masih serasa di Bandung manggil Aa). Di perjalanan, itu tukang ojek kok gak lewat jalan biasanya? Gw pikir mungkin mau motong jalan. Dan dengan cerdasnya dia memilih jalan yang bergeradak, ajrut2an dan membuat gw semakin tak tahan pipis. Gak lama, dia nanya, “ini belok mana?“. “Lah, saya gak tau bang“, kata gw. “Katanya Amonia 2“, jawab si tukang ojek. “Mulya 2!!”. Dan kami berdua pun bergelak tawa bersama. Mencoba memaklumi lagi. Pikiran gw mengatakan, “Jangan-jangan dia pura2 gak denger, terus mau nyulik gw. Apa gak itu alasan dia aja biar ntar gw bayarnya lebih, karena pake acara nyasar“. Dan akhirnya gw pun sampai di rumah tak lupa bayar ongkos lebih dan tertawa berbarengan ketika gw memberi uang. Apesnya gw, udah bau ketek, kebelet pipis, ongkos lebih pula.
Sesampainya gw mandi air es.. Segaaarrrr!!!
Recent Comments